Rien18's Blog

Just another WordPress.com weblog

Taman Bunga Nusantara Nan Indah November 24, 2009

Filed under: interest place — rien18 @ 10:37

Siapa yang tak kenal tempat wisata Taman Bunga Nusantara yang indah. Bunga-bunga yang beranekaragam serta warna yang indah untuk dipandang. Lingkungan sekitar yang mendukung tempat wisata ini seperti danau, rumah-rumahan, menara, tempat bermain dan lain-lain membuat orang-orang ingin mengunjungi temppat ini. Saat memasuki pintu utama kita langsung disuguhi keindahan tanaman bunga yang dibentuk menyerupai burung merak.

Pada ekornya disusun berbagai jenis tanaman bunga beraneka warna, burung merak ini memiliki daya tarik tersendiri untuk dilihat. Selain sebagai sarana rekreasi TBN juga dipakai sebagai kebun percobaan dengan berbagai jenis bunga dan tanaman tertentu yang berasal dari daerah subtropis dan negara-negara beriklim dingin di Eropa, Amerika, dan Australia. Ada berbagai macam taman khusus yang ditampilkan di TBN, mulai dari taman air, taman mawar, taman Perancis, taman rahasia (labirynth), taman bali, taman mediterania, taman palem, dan taman gaya Jepang.

 

Cerita Talaga November 12, 2009

Filed under: interest place — rien18 @ 10:37

Talaga merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Majalengka yang letaknya tepat berada di kaki Gunung Ciremai. DI daerah ini pernah berdiri sebuah kerajaan besar yang bercorakkan Budhisme dengan nama Kerajaan Talaga. Penamaan Kerajaan Talaga didasarkan pada letak kerajaan yang berdekatan dengan sebuah talaga atau oleh masyarakat setempat disebut situ sangiang.
Di sekitar tempat inilah Kerajaan Talaga pernah berdiri Terbentuknya Kerajaan Talaga diawali dengan berdirinya sebuah padepokan agama Budha (± 1371 M) yang bernama padepokan Sarwastiwada (ajaran Budha Mahayana yang menitik beratkan pada ajaran puji-pujian pada Sidarta Gautama) padepokan ini berada di daerah Gunung Bitung, sebuah daerah yang berada di Desa Wangkelang Kecamatan Cingambul Kab. Majalengka. Padepokan Sarwastiwada dibina oleh Sang Sudayasha, ia adalah salah seorang putra dari Sang Suryadewata yang merupakan keturunan dari Prabu Ajiguna Linggawisesa dan Ratu Uma Lestari dari Kerajaan Galuh.Dalam perkembangannya padepokan yang dibina oleh Sang Sudayasa ini mengalami kemajuan pesat terlebih lagi ketika Padepokan ini dipimpin oleh putranya bernama Sang Darmasuci. Dengan bertambah pesatnya perkembangan agama Budha di daerah Gunung Bitung menjadikan Sang Darmasuci sebagai seorang raja merangkap sebagai pendeta Budha Sarwastiwada. Sang Darmasuci akhirnya pindah dan mendirikan sebua’a kerajaan kecil bercorak Bhudisme yang ciiher; nap-,a Kerajaan Talaga karena letaknva ditepi sebuah Talaga atau situ (Situ Sangiang Kecamatan Banjaran). Kerajaan Talaga ini masih berada diwilayah kekuasaan Kerajaan Galuh yang pada saat itu dipimpin oleh rajanya Sang Maha Prabu Niskala Wastu Kancana yang masih saudara sano Darmasuci Atas kerjasama dan dukungan Maha Prabu Niskala Wastu Kancana terhadap kerajaan Talaga, maka sebagrai kerajaan van-, bercOrak Budhisme kerajaan ini menjadi pusat penyebaran agama Budha ditatar tanah sunda (Jawa Barat) bahkan dari luar wilayah tatar tanah sundapun banyak orang yang, datang berkunjung ke kerajaan Budha Talaga ini.

 

Kota Majalengka yang Indah Oktober 27, 2009

Filed under: interest place — rien18 @ 10:37

gerbangemasProfil Majalengka :

Geologi

Jenis tanah di kota Majalengka memegang peranan penting dalam  menentukan tingkat kesuburan tanah dalam menunjang keberhasilan  sektor pertanian. Sehingga banyak sekali daerah yang subur di daerah  Majalengka dan sekitarnya.

Morfologi

Keadaan morfologi dan fisiografi wilayah Kabupaten Majalengka sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh perbedaan ketinggian suatu daerah dengan daerah lainnya, dengan distribusi sebagai berikut :

  • Morfologi dataran rendah yang meliputi Kecamatan Kadipaten, Panyingkiran, Dawuan, Jatiwangi, Sumberjaya, Ligung, Jatitujuh, Kertajati, Cigasong, Majalengka, Leuwimunding dan Palasah. Kemiringan tanah di daerah ini antara 5%-8% dengan ketinggian antara 20-100 m di atas permukaan laut (dpl), kecuali di Kecamatan Majalengka tersebar beberapa perbukitan rendah dengan kemiringan antara 15%-25%.
  • Morfologi berbukit dan bergelombang meliputi Kecamatan Rajagaluh dan Sukahaji sebelah Selatan, Kecamatan Maja, sebagian Kecamatan Majalengka. Kemiringan tanah di daerah ini berkisar antara 15-40%, dengan ketinggian 300-700 m dpl.
  • Morfologi perbukitan terjal meliputi daerah sekitar Gunung Ciremai, sebagian kecil Kecamatan Rajagaluh, Argapura, Talaga, sebagian Kecamatan Sindangwangi, Cingambul, Banjaran, Bantarujeg dan Lemahsugih dan Kecamatan Cikijing bagian Utara. Kemiringan di daerah ini berkisar 25%-40% dengan ketinggian antara 400-2000 m di atas permukaan laut.

Cuaca dan iklim

Curah hujan tahunan rata-rata di Kabupaten Majalengka berkisar antara 2.400 mm-3.800 mm/tahun dengan rata-rata hari hujan sebanyak 11 hari/bulan. Angin pada umumnya bertiup dari arah Selatan dan tenggara, kecuali pada bulan April sampai dengan Juli bertiup dari arah Barat Laut dengan kecepatan antara 3-6 knot (1 knot =1.285 m/jam).

Hidrologis

Dari aspek hidrologis di Kabupaten Majalengka mempunyai beberapa jenis potensi sumber daya air yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Potensi sumber daya air tersebut meliputi:

  1. Air permukaan, seperti mata air, sungai, danau, waduk lapangan atau rawa,
  2. Air tanah, seperti sumur bor dan pompa pantek dan air hujan. Adapun sungai-sungai yang besar diantaranya adalah Sungai Cilutung, Cideres, Cikeruh, Ciherang, Cikadondong, Ciwaringin, Cilongkrang, Ciawi, dan Cimanuk.

Majalengka juga memiliki tempat untuk melihat pemandangan seperti di daerah Lemah sugih yang ada kebun tehnya serta di daerah maja disekitar Argapura.